Cerita Sex Carpe Diem yang Istimewa – Part 7

Cerita Sex Carpe Diem yang Istimewa – Part 7by on.Cerita Sex Carpe Diem yang Istimewa – Part 7Carpe Diem yang Istimewa – Part 7 —EPISODE 7— Menyerah begitu saja bukan tipikal orang gila macam rommy. Apalagi, dia merasa mempunyai kuasa dan uang untuk membeli apa saja. Itulah yang membuat saya agak kawatir. Berhadapan dengan preman untuk adu fisik jelas lebih mudah. Persoalannya hanya menang atau mati, itu saja. Akan tetapi, dengan orang […]

tumblr_nx4xl5hhMG1txridfo8_1280 tumblr_nxayl9B6v71ucvoobo6_540 tumblr_nxudpnhxJQ1ull9tto1_500Carpe Diem yang Istimewa – Part 7

—EPISODE 7—

Menyerah begitu saja bukan tipikal orang gila macam rommy. Apalagi, dia merasa mempunyai kuasa dan uang untuk membeli apa saja. Itulah yang membuat saya agak kawatir. Berhadapan dengan preman untuk adu fisik jelas lebih mudah. Persoalannya hanya menang atau mati, itu saja. Akan tetapi, dengan orang macam rommy seperti ini, apa saja bisa terjadi.

Demikian pula laporan lisa sore itu, ketika pulang dari kantornya di RSUD kota itu. Lisa tampak kawatir sekali, di tangannya ada amplop coklat tanpa nama.
Mbak nina membuatkan minuman hangat kepada lisa. Belum sempat minum, lisa langsung memelukku menangis.

aannn….he did it again…sesengguknya.
Mbak nina yang tadinya ingin ikut membesarkan hati lisa jadi rikuh.
nina ke kamar saja, mas andi bantu lisa dulu ya…bisik mbak nina
Tanpa menunggu jawabanku, dia segera menghilang di balik pintu kayu itu.

what happened liz..tanyaku
Lisa menyerahkan amplop coklat di tangannya, kubuka dan kulihat beberapa foto.
Paling tidak ada lima foto wanita telanjang, dengan muka yang sudah diganti dengan wajah lisa. Sotosop, istilah gaul anak anak IT. Tapi, sebuah pekerjaan yang sangat memalukan. Jangankan mengatur jatuhnya bayangan, ukuran pixelnya saja jauh berbeda.
Foto di tubuh itu beresolusi besar, tipikal foto dari fotografer porno, sementara wajah lisa adalah hasil foto candid, tentunya dengan zoom yang tinggi, alhasil tingkal pixel yang sangat rendah.
Satu foto yang agak besar menunjukkan posisi seorang wanita sedang bercinta dengan lelaki, ditulis besar dibawahnya.

Dr. Elizabeth Sukoco*, buking ke 081-xxx-xxx, cuma 300 ribu permalam.

(*mohon maaf atas kesamaan nama.)

Aku geram sekali melihatnya.

ssshhhh……liss..you can cry now…let loose yourself, but never cry in front of him…never show any anger or something….hes not worthed….bisikku.
Ill get down to this. Saya akan selesaikan ini. Lisa honey, just hold on…ill settle this for once and for all
Lisa mengangguk angguk dalam pelukanku. Pelan pelan kuelus halus rambutnya.

from now on, everywhere you go, i go…ok ? everywhere i go, you go…kataku tegas.
Kembali lisa mengangguk angguk sambil menyeka air mata.
ssshhh….you are safe here…you are safe with me…ill make sure that..
Memang, ingin rasanya aku melabrak rommy sekarang juga dan membuat perhitungan dengannya. Akan tetapi tanpa bukti, hanya akan mempermalukan aku dan lisa.

Malam itu, lisa menginap di paradise.
Sudah bisa tertawa ketika digoda mbak nina membuatku sedikit lega.
mas rafii…duluuu…kalo habis putus sama cowoknya. Apa diketawain temen temen gara gara salah ngomong bahasa indonesia, nangisnya ke aku loooo….goda mbak nina waktu kita berempat ngumpul di ruang tv.
eeehh…tadi soreee…..aku dikacangin…sekarang apa apa ke mas andi…hedeeehhh….mbak nina melirik lisa dibalas dengan cibiran lidah.
jangan jangan nanti ke kamar mandi minta ditemeni mas andi juga…timpal mas rafi.
huahahahahaha…mbak nina dan mas rafi tertawa keras.
Aku ikut tertawa, meski tak sekeras mereka.
biariiiiinnn….kata lisa sambil sembunyi dibalik lenganku.

serius sekarang…mas rafi bisa minta tolong ? kataku
Mas rafi langsung menghentikan tawanya. ya mas, gimana…
Karena mas rafi punya banyak kenalan orang lokal, aku minta tolong dia untuk mencari informasi apapun mengenai rommy. Dari tempat nongkrong, sampai siapa teman temannya, kalau perlu, bahkan merek rokok diapun perlu diselidiki.
siap mas andi…
tapi tolong mas rafi, ingat…jangan ambil keputusan untuk bertindak dulu. Atur strategi bareng aku ya…jelasku.
yang penting sekarang, tolong pak sarmin dikasih tahu untuk lebih hati hati. Kalau perlu minta tolong mandor di belakang untuk ngecek seluruh rumah.
okjawabnya serius.

Malam itu, kita habiskan dengan menyantap pizza yang saya pesan lewat telepon. Sambil menonton film yang tayang di tv satelit.
Nampak segala kekawatiran lisa sudah menghilang, berganti dengan gelak tawa ketika rowan atkinson terkena tumbukan persis di pelernya dalam film jhonny english reborn.

09.40 pm
Mbak nina sudah tertidur di sofa, mas rafi sudah berangkat untuk bekerja lagi. Lisa masih menonton tv, tapi aku tahu sebenernya dia masih kepikiran hal itu.
Kuangkat tubuh montok mbak nina, pelan pelan kugendong, kubawa ke dalam kamarnya. Kuselimuti, lalu tak lupa cium keningnya. Semua itu disaksikan lisa, tanpa ada rasa cemburu sama sekali. Karena kita bertiga memang sudah saling mengerti.

Lisa kembali duduk di sofa menantiku. Aku mengambil handphone di kamar, lalu berjalan ke teras belakang. Kutelepon seorang teman lama. Seorang mantan anggota pasukan elit yang sekarang ditugaskan menjadi pencari informasi, alias intelijen dan kebetulan area tugasnya termasuk kota ini.
Kusebutkan nama lengkap rommy, termasuk nama ayahnya yang konon pejabat pemerintah. Tak berapa lama kemudian, supri, temanku itu, menjawab maksimal 2 x 24 jam informasi sudah terkumpul.
Yah..supri memang teman lamaku, teman sd tepatnya, dan dia banyak sekali dibantu oleh keluargaku. Sekolah militerpun dulu dibiayai oleh orang tuaku, hingga karirnya seperti sekarang ini.
tenang broo…mau operasi kapan, saya dikabari paling tidak sehari sebelumnya. Nanti pasukan saya siapkan. Mau baret merah, atau oranye bisa saya siapkan. Gak usah kawatir biaya, sama sama tahu broo…jelasnya sebelum kututup telefon itu.

Yah tentunya, aku tak berharap sampai operasi. Karena itu artinya bisa fatal untuk rommy. Aku hanya ingin membuatnya jera, dan berhenti mengganggu lisa selamanya.

10.00pm
Aku duduk di sebelah lisa ,yang malam itu memakai piyama putih garis garis vertikal biru, beberapa potong pakaian lisa memang ditinggal di paradise. Sebuah keputusan yang diambilnya, ketika beberapa kali kita bertiga terlibat permainan ranjang yang sangat panas, sehingga lisa tak kuat lagi untuk pulang ke beach house.

Seketika aku duduk, seketika itu pulalah lisa seperti biasa langsung rebah di pangkuanku. Rambut brunnettenya yang halus kupuntir puntir.
an…what do you think of us ? kata lisa
hmmm ?
i mean…were together since what? A month ? kata lisa
nggg….are we really together ann? Sorry…imbuh lisa.

lizz….i know mbak nina set us up. I know that were together at first only for security reason. But you know me lizz…and this complicated situation between us three…has make me realize something…that i will do anything for you two…
i know an…hope this will lasts…jawab lisa kemudian.

is that love liz? tanyaku.
ngg…if its not love…then i dont know what love is, hon…jawab lisa.
but hey….i hardly know you an..do you have psycho girlfriend or something..kata lisa tiba tiba sambil mendongakkan wajah kearahku.
hihi….yes lizz…back home i have seven wife, six mistress…and all of them are in the army, and not so kind for people….and jealousy too….godaku
aaaahhh…. aku berteriak geli, karena sedetik kemudian, lisa menggelitik perutku dengan gemas.
seriouuuss annnn….. lisa duduk menyamping, menghadapku.
tell me…do you have a girlfriend?

i did, of course, lizz…. lalu aku mulai bercerita tentang debby, semua yang kuingat tentang cewek oriental itu kuceritakan. Bahkan sampai kubukakan foto fotonya di facebook. Dia mendengarkan dengan penuh perhatian.

hihi…ann…you know what? kata lisa kemudian
what? tanyaku.
shes actually still in love with you….and i can see that you do too…kata lisa.
hmmmm?
first thing…your picture is still in her profile. Not only in her mobile upload or any folder else.
Second..look at her marital status, says its complicated….and i am a woman too, i know how they feel around a man like you…?”jelas lisa.
“hmmm? what do you feel around me lizz? horny?” kugoda dia.

……..brug….bantal hijau sofa dipukulkam ke kepalaku….

tapi lantas dipeluknya lenganku dalam dekapannya yg hangat.

“i guess…i really am in love with you liz…”setelah beberapa saat aku berkata.
“well…i dont…..i dont guess ann…I KNOW i am in love with you…”katanya sambil kembali menatap layar tv.

“soo…seriously… you ok with mbak nina and all complicaed things about me?” tanyaku sesaat kemudian.
“its not complicated for me…i love you and thats period..you in love with mbak nina, or debby…it doesnt really matter much to me…”jawaban yang agak aneh pikirku.
“youre not jealous even a bit?”tanyaku
“says who being jealous makes you less loving someone?”
“hmmm…you got a point there…”

“look ann…people sometimes try too hard looking forward, and mising a lot in the present. carpe diem annn…carpe diem….do what you like to do…eventhough sometimes it look ridiculuous in the future. at least we got the guts to really do something..” kata lisa panjan lebar.

“see…besides your awesome body, your round-ass, and your beautiful boobs….that thing in your head is the one that amazed me….hihi…”jawabku sambil sedikit menggoda.
“you mean….my pussy is not good for you?”balas lisa.
“he?”

” you said, besides your awesome body, your round-ass, and your beautiful boobs..soo…youre not interested in this pussy …?” lisa berkata sambil tangannya berpura pura menggosok selangkangannya sendiri.
“eeehhhhh……”protesku…
“hahahahahahahaha…..i love you in any way annn…..”balasnya.

mmmmmmhhhhhhh……..aku membungkuk untuk mencium bibirnya dengan lembut.
“tidur yuk…..”ajakku…

“wait…one more….tell me everything about debby…i want to know her…i need to know her…”
“ok…but not now ya?”
“why?”
“talk about debby also makes me horny….”jawabku seenaknya

…gabruk…sekali lagi bantal hijau itu melayang ke kepalaku…

“yuk ah tidur” katanya…..
Malam itu, aku tidur dengan dipeluk lisa semalaman. Yah, bagaimanapun dia seorang cewek. Sekuat apapun, dengan teror si gila rommy, pasti tetap ada was was di hatinya.

Sekitar 04.30 am

Sslllrrrrpppp……sslllrrrrpppp….. aku terbangun merasakan ada yang aneh di kemaluanku. Kuhidupkan lampu tidur, lalu terlihat jelas, bayangan lisa sedang mengulum batang penisku.
aahshssss….lissss…..ouuuuwww……..ssshhhhh. ….
Melihatku terbangun….guuk moo neeegg….ssllllrrrpppp….. lisa menyapaku masih dengan kemaluanku di mulutnya.

lizzz….youre so naughty….stop lizz…stoooppp…youre gonna make me cuuumm….ssshhhh….kataku pelan.
Dilepasnya kemaluanku, lidahknya menyusuri turun ke bawah…dua bola lelakiku menjadi sasaran berikutnya. Dikulumnya satu persatu, sementara jemari lentik itu tak pernah lepas mengocok batangnya.
sssshhh……lizzzz……..its cummingg…..
Lisa dengan cepat memasukkan ujung penisku ke dalam mulutnya. Lalu dengan bantuan tangannya, mengurut pelan tapi agak kencang di batangnya.
….ssreeeettt….sreeettt…sreeettt……
Sekitar enam atau tujuh semprotan tak ayal segera muncrat di dalam mulutnya, disusul dengan beberapa kedutan pada penisku.
ouuwwww…..sssshhhh……..aku mendesah panjang, membuang nafas yang tadi kutahan untuk mencapai puncak.

Sesaat kemudian, kuangkat lisa ke atasku. Tapi ditepisnya tanganku.
weits….not now honeyy…..kata lisa.
come ooonnn….kataku
nope…not now….its my period….hihihihi…katanya

Aduuuhhh…….juniorku bakal libur dulu….ah, masih ada mbak nina, nanti masih bisa pikirku….
Tampaknya lisa membaca pikiranku, nina is not here…she and rafi went to their parents just now. You know that right? katanya sambil sedikit menggoda.
Ups…aku lupa, mas rafi dan mbak nina memang kemarin mengatakan kalo 2 hari ini mereka pulang kampung ke rumah mbak nina di kota lain.

oh noooo…oh nooooo….aku pura pura histeris, sementara lisa tertawa tawa mengejek.
come honey…its almost five, take me to hospital. kata lisa kemudian.
yeeee……oookeeeeeee….aku bangun kemudian segera bersiap.

–to be continued-

Author: 

Related Posts

Comments are closed.